Jumat, 14 Juni 2013

tugas : teori kepemimpinan

Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
Ø Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
Ø Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:
a. Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
b. Model ” Interaksi Atasan-Bawahan”
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik; * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi; * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
c. Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah * Memberitahukan;
* Menjual;
* Mengajak bawahan berperan serta;
* Melakukan pendelegasian.
d. Model ” Jalan- Tujuan ”
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
e. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.
Sumber:

juni

7 Kebiasaan Yang Dilakukan Oleh Orang Sukses

Kata orang, salah satu kunci kesuksesan adalah melakukan beberapa kebiasaan-kebiasaan yang baik. Dan, para pesohor yang sukses, selalu melakukan ketujuh hal ini sebelum meraih kesuksesannya.
Bangun pagi
Ingin sukses? Ya harus bangun pagi. Jangan buang waktu dan terlambat dalam segala hal. Anda harus tahu semua hal lebih awal daripada orang lain. Banyak kok orang hebat yang berusaha bangun lebih pagi untuk sekedar mencari informasi dan membaca berita-berita update tentang hal yang terjadi di sekitar. Mereka menambah informasi dan pengetahuan demi sebuah hasil yang kelak akan dipetiknya.
Ada passion dalam profesi
Bekerja bukan hanya sekedar mengemban tanggung jawab dan menyelesaikan sebuah hal sesuai dengan job desc. Tetapi bekerja haruslah disertai dengan passion yang akan membantu membawa seseorang pada suatu tingkat yang ingin ia capai.
Networking itu penting
Selalu kembangkan networking di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Anda harus tetap ramah dan low profile. Rangkul semua orang yang baru saja Anda kenal, karena Anda tak akan pernah tahu kapan Anda akan membutuhkan mereka.
Pengetahuan sumber kekuatan
Apabila Anda berhasil bangun pagi dan meluangkan waktu lebih banyak lagi, jangan sia-siakan dengan berleha-leha dan hanya sekedar menikmati sarapan pagi. Kuncinya adalah membaca dan membaca. Cari tahu banyak hal tanpa terkecuali.
Karena pengetahuan adalah hal yang sangat penting, maka jangan enggan untuk belajar hal-hal baru dan melunakkan keras kepalanya Anda. Serap informasi dari mana saja dan tampung untuk kemudian dipilah mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.
Mengatur waktu
Tak ada orang sukses yang bekerja serampangan dan tanpa disiplin waktu. Semua orang sukses tahu benar bagaimana memanfaatkan waktu, dan sangat menghargai waktu. Untuk itu, pastikan Anda punya schedule tersendiri yang akan membantu Anda mengatur waktu dan melakukan banyak hal tanpa terlewatkan.
No pain, no gain
Tak ada keberhasilan yang diraih tanpa pernah jatuh dan terluka terlebih dahulu. Setiap orang yang sukses pasti pernah menghadapi kegagalan. Dan sebaiknya menghadapi kegagalan tersebut haruslah dengan sikap yang legawa serta mau belajar dari kegagalan.
Perfeksionis
Sudah selayaknya seseorang yang ingin sukses selalu menjadi sosok yang perfeksionis. Ia akan menginginkan segala hal berjalan dengan sangat baik dan nyaris sempurna. Ia benar-benar berusaha agar semuanya tidak ada yang terlewat dan sampai gagal.

sumber karya mario teguh 10

"Kebaikan ala Mario teguh adalah kebenaran yang disampaikan dengan penuh hormat. Orang benar tetapi tidak santun, artinya orang itu membenci kebenaran. Sebaliknya jika santun tetapi tidak benar itu artinya menipu"


"Hanya hati kasar yang mudah tersinggung. Hati yang halus jika tersinggung pun tidak akan mengerti. Hati yang baik tidak melihat perlunya sakit hati kepada orang yang belum mengerti"


"Sering kali sekarang ini orang membawa diri dengan mereka dengan murah. Seseorang dinilai bukan dari apa yang dimiliki tetapi dari cara-caranya"


"Hanya seseorang yang takut yang bisa bertindak berani. Tanpa rasa takut itu-tidak ada apapun yang bisa disebut BERANI"


"Seseorang yang memerankan dirinya dengan baik dan sungguh-sungguh pada tugas yang diembankan kepadanya. Dimana kebaikan dan kesungguhan tersebut harus memiliki 3 unsur yang berkaitan erat, yakni : kompetensi, kepatuhan, dan kontribusi"


"Kesalahan dan kegagalan adalah pemberitahuan agar kita memperbaiki diri dan cara-cara kita yang akan kita temui dalam upaya mewujudkan kelas-kelas kepemimpinan yang lebih tinggi pada diri kita. Kesalahan dan kegagalan sama sekali bukanlah tanda untuk berhenti"


"Untuk memperbarui keadaan adalah ketegasan untuk mempertahankan apapun yang lama"


"Tidak ada pekerjaan yang tidak memuliakan, sedangkan keterlibatan di dalam kesibukan yang tidak berguna, bukanlah pekerjaan. Karen, tidak semua kesibukan adalah pekerjaan"


"Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil"


"Jika anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat"

sumber karya mario teguh 9

Tuhan,dosaku dan khilafku banyak. Tapi aku yakin Engkau akan memaafkanku. maka berikanlah kepadaku kekuatan untuk terjauh dari dosa
Trimakasih Tuhan,engkau telah memberikan kekuatan kepadaku untuk menahan ucapan yg bisa menyakitkan orang lain

Bebaskan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan. Yang terpenting jadilah orang yang pantas untuk dititipi oleh Tuhan.

Jika engkau tegas menghormati dirimu, Tuhan akan memantaskan jodoh yang menghormatimu

Belajarlah melihat sisi baik dari setiap orang, Karen semua orang memiliki peran yang berarti bagi orang lain.

Banyak mengkritik diri sendiri lebih menguntungkan daripada sibuk mengkritik orang lain.

Ketika kita menolong orang lain sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri
Pria termadesu adalah pria yang berharap keadaan dirinya dirubah oleh orang lain tanpa lakuin apa-apa

Pertarungan terhebat dan terberat adalah melawan diri sendiri

Apapun masalah kita, jika kita membaikkan hati, Tuhan akan membaikan hidup kita

Janganlah ingin dicintai dengan lembut, tapi tak mau melembutkan tutur dan tindakan

Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga, itu artinya kita harus lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Anda tidak akan disukai orang lain jika anda membandingkan kelebihan Anda dengan kekurangan mereka

sumber karya mario teguh 8

Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan, khawatirlah jika hari ini anda tidak berbuat sebaik-baiknya untuk masa depan anda.

Membuat satu jiwa saja tersenyum, adalah ibadah. Marilah kita mempengaruhi kegembiaraan dalam kehidupan sesama

Tujuanmu di dalam pergaulanmu dengan orang lain bukanlah untuk tampil lebih pandai, tapi lebih penyayang

Kemiskinan dan ketertinggalan tidak bisa diperbaiki dengan menyalahkan orang lain

Mengeluh tidak memperbaiki kehidupan. Ia merendahkan dan menekan kita di bawah jika kita jadikan mengeluh sebagai kebiasaan.

Rasa malas it meminderkan dan memiskinkan, jika kita gunakan untuk menghindari pelajaran atau bekerja.

Jika anda bertemu dengan orang yang lebih baik dari anda, arahkan pikiran untuk menjadi serupa dengannya.

sumber karya mario teguh 7

Keindahan manusia yang sesungguhnya bukanlah dari wajah dan perhiasan yang dikenakannya, akan tetapi dari hatinya

Tuhan, damaikanlah hati ini dengan keyakinan bahwa kesulitanku hanya sementara dan penyelamatanku sudah dekat.
Bekerja yang paling cerdas adalah bekerja keras

Rendahkan hatimu di depan Tuhan dan sesama, Maka Tuhan akan meninggikanmu melebihi dari yang kamu pikirkan dan doakan
Janganlah menghindari kesalahan, hindarkanlah diri dari melakukan kesalahan yang sama.

Tuhan tidak pernah merencanakan jahat untuk dirimu .

Percayalah semuanya akan indah pada waktunya

sumber karya mario teguh 6

Kamu tak akan bisa membenci jika tak mencinta, namun membenci tak ada gunanya. Jangan biarkan cintamu menjadi benci.

Kamu tak pernah bisa lupa mereka yang telah menyentuh hatimu, baik mereka yang menghancurkannya atau mereka yang menyembuhkannya.

Seandanyai hati bisa bersahabat dengan pikiran, mungkin pikiran bisa mengatur bagaimana perasaan.

Dalam hidup, kamu tak bisa menghindari rasa sakit, tapi kamu bisa memilih apakah sakit itu mendewasakanmu atau buatmu terpuruk.